Selasa, 09 Oktober 2012

Tim Kalah "Push up" 10 Kali


Pelatih Djadjang Nurdjaman terus meningkatkan kerja sama tim melalui game internal. Pada setiap latihan, Djadjang biasanya membagi pemain dalam empat grup, yakni dua tim kuning dan dua tim putih. Para pemain diharuskan lebih lama menguasai bola dan tidak mudah direbut rekan lainnya. Hal itu agar tim yang menguasai bola bisa menguasai permainan.
Sebaliknya, tim yang tak mendapatkan bola, harus bisa merebut dengan cepat bola dari kaki pemain lain. Djadjang juga menginstruksikan agar pemain selalu memperagakan satu dan dua sentuhan.
Latihan diakhiri dengan kompetisi penyelesaian akhir. Kedua tim (tim kuning dan putih) memberi suplai bola umpan lambung oleh pelatih Djadjang dari sisi kiri gawang dan Sutiono Lamso dari sisi kanan gawang.
Kedua tim tersebut berkompetisi untuk bisa memasukan bola ke gawang sebanyak-banyaknya dengan menyambut umpan bola yang diberikan dengan sundulan ataupun tendangan voli ke gawang. Sebagai hukuman, tim yang kalah harus melakukan "push up" sebanyak 1 seri (sepuluh kali).***



Tidak ada komentar:

Posting Komentar